Belajar Bahasa Jepang (2) Hiragana dan Katakana

2 02 2011

gbr.1

Belajar bahasa Jepang tidak akan menarik tanpa belajar menulis huruf Jepang. Bagi saya, justru huruf-huruf ini yang membuat menarik sehingga ingin terus belajar bahasa Jepang. Huruf bahasa Jepang ada empat macam : Kanji, hiragana, katakana, dan romaji (seperti alphabet).  Sebagai pembelajar awal, kita mengenal lebih dekat apa perbedaan masing-masing huruf ini.

Awalnya bangsa Jepang tidak memiliki sebuah huruf untuk menulis, sampai pada akhirnya mereka menggunakan aksara China dengan cara membaca mereka sendiri. Jadi, awal mula huruf yang pertama adalah Kanji, aksara yang datang dari China. Sedangkan Hiragana merupakan bentuk yang disederhanakan dari Kanji, ditulis dalam bentuk kursif untuk menghemat waktu. Dahulu Hiragana digunakan untuk kaum wanita saja, bentuknya yang lemah gemulai ini mungkin mencerminkan karakter feminism juga. Sedangkan Katakana diciptakan oleh seorang biksu yang hanya mengambil sebagian kecil coretan Kanji. Baik Kanji dan katakana dahulu digunakan oleh kaum lelaki.

Kanji sendiri memiliki 2 cara pengucapan, yang pertama adalah On’yomi (ucapan China) dan Kun’yomi (ucapan Jepang). Untuk penjelasan Kanji, kita skip dulu di pelajaran berikut dan berikutnya. Sedangkan di bawah ini adalah tabel lengkap hiragana dan katakana :

gbr.2, huruf atas adalah hiragana dan bagian bawah adalah katakana. klik untuk ukuran besar

Hiragana digunakan untuk :

  • Menuliskan akhiran kata (送り仮名okurigana), okurigana adalah akhiran kata di belakang kanji. Misalnya kata taberu (makan), ditulis 食べる, huruf yang bercetak tebal べる disebut okurigana. Sedangkan 食 adalah kanji.
  • Menulis kata keterangan, kata benda, kata sifat.
  • Perkataan yang tulisan kanjinya tidak diketahui dan lama tidak digunakan.
  • Menulis bahan bacaan untuk anak-anak.
  • Menulis furigana, yaitu teks kecil di atas kanji, melafalkan bagaimana kanji itu dibaca.

Katakana digunakan untuk :

  • Menuliskan kata serapan dari bahasa asing.
  • Menuliskan onomatopea, kata yang berasal dari suatu bunyi.
  • Menuliskan Istilah sains dan teknikal.
  • Menegaskan suatu kata biasa juga menggunakan katakana.
  • Akhir akhir ini katakana banyak dijumpai sebagai huruf periklanan.

Penulisan urutan coretan huruf Jepang juga sangat penting, biasanya huruf Jepang selalu dimulai dari atas ke bawah atau kiri ke kanan. Urutan coretan ini akan sangat terlihat saat anda belajar kaligrafi misalnya, dimana urutan coretan juga sangat berperan penting. Jadi sebaiknya biasakan menulis dengan urutan coretan yang benar.

gbr.3, klik untuk ukuran besar

Bunyi huruf bahasa Jepang adalah satu silabel, sama seperti bunyi huruf dalam aksara Jawa. Pengucapannya pun sebagian besar adalah sama seperti bahasa Indonesia. Hanya, dalam bahasa Jepang huruf “e” dan “o” hanya memiliki satu jenis bunyi, tidak seperti dalam bahasa Indonesia yang memiliki 2 dan 3 bunyi yang berbeda.

Pada dasarnya, jumlah huruf inti pada hiragana dan katakana adalah masing-masing 46 simbol, lebih banyak daripada alphabet yang hanya berjumlah 26 huruf. Huruf-huruf ini lalu ada yang mengalami perubahan bunyi dengan menambahkan simbol lain. Coba kita lihat contoh sederhana ini :

dibaca “KA”, sedangkan

dibaca “GA”, jika dilihat simbol GA sama dengan KA hanya ada unsur “ di kanan atasnya. Ini berlaku pada deret simbol KA, SA, TA, HA dan berubah menjadi GA, ZA, DA, BA. Lain lagi dengan :

dibaca “HI” sedangkan

dibaca “PI”, yang ini menambahkan unsur bulat kecil di pojok kanan, sehinga huruf H menjadi P. ini hanya diterapkan pada deret HA.

Baik dalam hiragana dan katakana, terdapat vocal rangkap dan konsonan rangkap. Untuk vocal rangkap, anda bisa menggabungkan dua simbol sesuai bunyinya, misalnya :

ああa = a panjang

いいii = i panjang

うう uu = u panjang

ええ ee = e panjang

えい ei = e panjang

おお oo = o panjang

おう ou = o panjang

Untuk konsonan rangkap, kita menggunakan huruf “TSU” pada deret TA, dalam ukuran yang lebih kecil. Dan biasa disebut TSU kecil. Misalnya :

っこんKekkon / baca: kekkkong

Huruf di atas terdiri dari KE- TSU kecil – KO – N . TSU kecil ini merangkap konsonan yang ada setelahnya. Sehingga bunyinya menjadi KE-K-KON = KEKKON

Contoh yang lain :

せっけん sekken / baca:sekkeng

きっぷ kippu / baca:kippu

Kini sebelum belajar huruf kanji, di sekolah biasa diajarkan dahulu huruf Hiragana. Sepengetahuan saya, di Jepang seluruh anak sebelum masuk sekolah dasar, sanggup membaca huruf Hiragana ini. Jadi setelah masuk di kelas 1, mereka baru belajar kanji dan katakana. Ada metoda dan cara yang menarik supaya anak-anak di usia dini, banyak tabel-tabel yang dibuat dengan kartun dan gambar-gambar yang lucu, sehingga mereka tertarik dan mudah belajar.  Ini contohnya :

gbr.4

Sebenarnya tidak susah untuk belajar hiragana, hanya dengan menghafal yang inti tadi (46 buah) maka akan tercipta tabel hiragana yang komplit. Begitu juga dengan katakana, untuk tata cara penulisan khusus pada katakana akan dibahas di bagian lain. Ada tips untuk menghafal cepat. Biasanya di acara kartun atau drama jepang atau tokusatsu jepang terdapat opening song dan ending song, coba ikuti teks dibawahnya sebisa mungkin. Terlalu cepat? Coba terus… dan semangat selalu untuk belajar!

Sumber dan  keterangan

[ gbr.1]http://bestlanguage.com/japanese/1.pic/hiragana-learningbook-5year.jpg

[gbr.2]http://www.buddycom.com/japan/readwrite/gana.JPG

[gbr.3] http://en.wikipedia.org/wiki/File:Table_katakana.svg

[gbr.4] http://trendy.nikkeibp.co.jp/article/news/20080111/1006035/hiragana.jpg








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.