Partikel Bahasa Jepang (3): “WO”

28 06 2012

Partikel “wo” ditulis menggunakan huruf hiragana を, kadang tertulis “wo” atau “o”. Partikel ini tidak dapat diterjemahkan langsung artinya ke dalam bahasa Indonesia (tidak ada padanannya).  Untuk mengetahui fungsi dari partikel ini, maka harus melihat konteks kalimat secara keseluruhan. Ada beberapa fungsi penggunaan dan cara yang berhasil dirangkum dan ditulis di sini.

1. Menyebutkan obyek atau tujuan sebelum kata kerja
大学で建築学を勉強します。 (daigaku de kenchikugaku wo benkyou shimasu).
  [saya] di universitas mempelajari arsitektur.
今度の来日は留学をします。 (kondo no rainichi ha ryuugaku shimasu).
  Kedatangan saya kali ini adalah untuk belajar.
2. Menunjukkan tempat terjadinya perpindahan
船で川を渡りました。 (fune de kawa wo watarimashita).
  [Saya] menyebrang sungai dengan perahu.
3. Menunjukkan perpindahan tempat yang sempit ke luas
家を出て、会社に行きます。 (Uchi wo dete, kaisha ni ikimasu).
  Keluar dari rumah, pergi ke kantor.
4. Menunjukkan titik awal perbuatan
水曜日の昼、エアーアジアで羽田を飛び立ちます。 (suiyoubi no hiru, eaa ajia de haneda wo tobitachimasu).
  Hari rabu siang, [Saya] terbang dari Haneda dengan air asia.
5. Menunjukkan subyek kalimat pasif dan perintah ~を+Vさせる
先生は生徒たちに本当のことを言わせました。 (sensei ha seitotachi ni hontou no koto wo iwasemashita).
  Guru menyuruh siswanya untuk mengatakan yang sebenarnya.
6. Menunjukkan pekerjaan  ~を+しています。
私は研究者をしています。 (watashi ha kenkyuusha wo shiteimasu).
  Saya adalah seorang peneliti.

Biasanya, partikel “wo” dikenalkan di tingkat dasar pada fungsi nomor satu di table atas yaitu untuk menerangkan obyek sebelum kata kerja. Misalnya yang mudah: ada dua kata “gohan ご飯” (nasi) dan “tabemasu 食べます” (makan). Untuk mendapatkan arti “[saya] makan nasi” maka bahasa Jepangnya adalah “gohan wo tabemasu ご飯を食べます。”. Memang belajar bahasa harus rutin dan bertahap, saya sendiri juga belum menguasai secara utuh. Mari belajar bahasa dan budaya!

Sumber: Sugihartono, 2001. Nihongo no Joshi. Bandung: HUP





Partikel Bahasa Jepang (2): “TO”

24 06 2012

Sebelumnya kita telah belajar partikel “de” disini. Sekarang, kita akan beralih pada partikel bahasa Jepang “to” とyang juga memiliki banyak arti. Dalam tingkat dasar bahasa Jepang, partikel “to” diartikan sebagai “dan (menyertai)” padanannya dalam bahasa Indonesia. Namun sesungguhnya ada beberapa makna lain yang terbentuk dari partikel “to” ini. Antara lain sebagai berikut:

1. Menyebutkan kata benda yang berurutan, semua kata benda disebutkan.
鉛筆と本と消しゴムを買いました。 (enpitsu to hon to keshiGOMU wo kaimashita)
[saya] membeli pensil, buku, dan penghapus karet.
2. Menunjukkan seseorang yang menyertai. “dan/dengan”
家族とスラバヤへ行きます。 (kazoku to Surabaya he ikimasu)
[saya] pergi dengan keluarga saya ke Surabaya.
3. Menunjukkan hasil, kesimpulan “ ~ +と+なりました。”
彼は英語の先生となりました。 (kare ha eigo no sensei to narimashita)
Dia akhirnya menjadi guru bahasa Inggris
4. Menunjukkan isi kalimat tak langsung ataupun langsung. “~+と+いいます。”
中田さんは「おはよう」と言いました。 (tanaka san ha “ohayou” to iimashita)
Pak Tanaka berkata “[selamat] pagi”.
5. Menunjukkan isi pikiran “~+と+おもいます。”
ジャカルタは食事が高いとおもいます。 (jakaruta ha shokuji ga takai to omoimasu)
[saya pikir] makanan di Jakarta harganya mahal.
6. Berarti sebagai “yang disebut/ yang namanya” “~という~”
ここはなんという駅ですか? (koko ha nan to iu eki desu ka?)
Disini disebut dengan stasiun apa?
7. Menunjukkan kalimat bersyarat
5時になると仕事が終わります。 (go-ji ni naru to shigoto ga owarimasu)
Jika jam menunjukkan pukul lima, maka pekerjaan selesai.
8. Membandingkan dua obyek
それとこれとどちらが一番好きですか? (sore to kore to dochira ga ichiban suki desu ka?)
Mana yang paling kamu suka, ini atau yang itu?

Selamat menghafal dan belajar tentang partikel “to”. Salam bahasa dan budaya!

Sumber: Sugihartono, 2001. Nihongo no Joshi. Bandung: HUP





Partikel Bahasa Jepang (1): “DE”

23 06 2012

Partikel dalam bahasa Jepang disebut dengan “joshi” 助詞. Partikel secara singkat adalah kata yang tidak dapat berdiri sendiri dan berfungsi menghubungkan beberapa kata sehingga memiliki makna tersendiri. Partikel yang sering digunakan untuk pembelajar awal bahasa Jepang adalah partikel “ha” (baca:wa) は. Kali ini kita akan belajar mengenai partikel “de” で dan cara penggunaannya.

1. Menunjukkan alat yang digunakan.
タクシーで家へ帰ります。 (takushii de uchi he kaerimasu)
[saya] pulang ke rumah dengan [naik] taksi.
箸でたべます。 (hashi de tabemasu)
[saya] makan dengan [menggunakan] sumpit.
2. Menunjukkan tempat berlangsungnya sebuah kegiatan.
学校で日本語を勉強します。 (gakkou de nihongo wo benkyou shimasu)
[saya] belajar bahasa Jepang di sekolah.
会議で意見を述べます。 (kaigi de iken wo nobemasu)
Saya mengemukakan pendapat pada saat rapat.
3. Menunjukkan alasan.
病気で学校を休みました。 (byouki de gakkou wo yasumimashita)
Karena sakit, [saya] libur sekolah
4. Menunjukkan sebuah lingkup atau “dalam”
今日の宿題は二時間でできます。 (kyou no shukudai ha nijikan de dekimasu)
Pekerjaan rumah hari ini dapat [saya] selesaikan dalam 2 jam.
インドネシアでこの大学が一番大きいです。 (Indonesia de kono daigaku ga ichiban ookii desu)
Di Indonesia, universitas ini adalah yang paling besar.
5. Menunjukkan asal bahan baku, namun bentuk fisiknya telah berubah.
木で作った机。 (ki de tsukutta tsukue)
Meja yang terbuat dari kayu.
6. Berarti sebagai “jadi…” merupakan sebuah kesimpulan.
で、あなたは二年日本にいたことがありますね。 (de, anata ha ninen nihon ni ita koto ga arimasu ne)
Jadi, anda pernah berada di jepang selama dua tahun ya.

Masih ada beberapa fungsi dari partikel で yang bisa dikupas lebih dalam. Namun dalam kesempatan ini Nuse hanya membahas beberapa penggunaan di atas. Mungkin bisa dikatakan bahwa ke-enam penggunaan partikel di atas adalah untuk pembelajar bahasa Jepang tingkat awal dan menengah. Tunggu hasil rangkuman pelajaran tentang partikel di tulisan lainnya. Salam bahasa dan budaya!

sumber: Sugihartono,2001.Nihongo no Joshi.Bandung:HUP





Nama Hari dan Bulan dalam Bahasa Vietnam

23 06 2012

Sudah setahun Nuse tidak menggunakan bahasa Vietnam sehari-hari, sehingga banyak kosakata yang lambat laun terlupakan karena jarang sekali latihan. Kali ini, untuk mengigat sedikit kosakata bahasa Vietnam, Nuse akan mencoba mengingat tentang nama-nama hari dan bulan dalam bahasa Vietnam. Kita pelajari nama-nama hari terlebih dulu.

Bahasa Indonesia Bahasa Vietnam Arti
Minggu chủ nhật Hari yang utama
Senin (ngày) thứ hai Hari kedua
Selasa (ngày) thứ ba Hari ketiga
Rabu (ngày) thứ tư Hari keempat
Kamis (ngày) thứ năm Hari kelima
Jumat (ngày) thứ sáu Hari keenam
Sabtu (ngày) thứ bảy Hari ketujuh

Dalam percakapan sehari-hari, kata ngày tidak diucapkan sehingga hanya dua kata yang diucapkan. sedangkan thứ berarti nomer dalam bahasa Vietnam. Hari minggu merupakan hari yang utama dan pertama di Vietnam. Kemudian diikuti hari senin sebagai hari kedua hingga hari sabtu hari terakhir (hari ke tujuh). Jadi, jika dalam bahasa Indonesia kita menyebut “hari rabu”, maka dalam bahasa Vietnam secara arti disebut “hari ke-empat”. Kata “rabu” yang merupakan nama hari dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab al-arba`ā’ (Arba’a). Ini hal yang sangat sederhana tapi sangat menarik!. Lalu bagaimana dengan nama-nama bulan dalam bahasa Vietnam?

Bahasa Indonesia Bahasa Vietnam Arti
Januari tháng Một Bulan pertama
Februari tháng Hai Bulan kedua
Maret tháng Ba Bulan ketiga
April tháng Tư Bulan keempat
Mei tháng Năm Bulan kelima
Juni tháng Sáu Bulan keenam
Juli tháng Bảy Bulan ketujuh
Agustus tháng Tám Bulan kedelapan
September tháng Chín Bulan kesembilan
Oktober tháng Mười Bulan kesepuluh
Nopember tháng Mười một Bulan kesebelas
Desember tháng Mười hai Bulan keduabelas

Serupa dengan cara menentukan hari dalam bahasa Vietnam, demikian juga cara menentukan nama bulan. Tháng berarti bulan. Lalu diikuti angka satu hingga duabelas sesuai dengan jumlah bulan dalam satu tahun. Jadi, jika anda sudah bisa menghitung setidaknya satu hingga duabelas dalam bahasa Vietnam, maka pasti tidak susah untuk menghafal nama-nama hari dan nama-nama bulan. Jika belum hafal cara menghitung angka, silahkan klik tulisan Nuse lainnya disini. Salam bahasa dan budaya!





Belajar Bahasa Jepang (7): Bentuk Kata Kerja ~masu

2 06 2012

Pelajaran kali ini kita akan belajar mengenai kata kerja, dalam bahasa Jepang disebut 動詞 (doushi). Di dalam bahasa Jepang, kata kerja terbagi menjadi tiga golongan: golongan I (dengan akhiran kata ~u, ~tsu, ~ru, ~mu, ~bu, ~nu, ~ku, ~gu, ~su), golongan II (diakhiri dengan ~eru, ~iru), dan golongan III (kuru, suru). Untuk membuat pola kalimat yang paling dasar, alangkah baiknya jika kita mengetahui jenis-jenis kata kerja dan bagaimana pola terbentuknya terlebih dahulu. Dari pola yang paling sederhana ini (bentuk ~masu) akan berkembang menjadi pola yang lebih kompleks.

Jika kita akan mencari sebuah kata kerja di dalam kamus, maka bentuk kata kerja dasar (bentuk kamus) lah yang harus dicari, ciri-cirinya berakhiran ~u.Sedangkan bentuk ~masu adalah salah satu konjugasi dari sebuah kata kerja.

Untuk golongan I:

Gol.I —- ciri utama diakhiri dengan  ~u, ~tsu, ~ru, ~mu, ~bu, ~nu, ~ku, ~gu, ~su  Cara membentuk MASU –Merubah dari deret u menjadi i + masu

Misal: ha-ku —–> ha-ki+masu = hakimasu

買う (ka-u) Membeli 買います Ka-i-masu = kaimasu
持つ (mo-tsu) Membawa 持ちます Mo-chi-masu = mochimasu
帰る (kae-ru) Pulang 帰ります Kae-ri-masu = kaerimasu
読む (yo-mu) Membaca 読みます Yo-mi-masu = yomimasu
呼ぶ (yo-bu) Memanggil 呼びます Yo-bi-masu = yobimasu
死ぬ (shi-nu) Meninggal/ mati 死にます Shi-ni-masu = shinimasu
書く (ka-ku) Menulis 書きます Ka-ki-masu = kakimasu
泳ぐ (oyo-gu) Berenang 泳ぎます Oyo-gi-masu = oyogimasu
話す (hana-su) berbicara 話します Hana-shi-masu = hanashimasu

Untuk golongan II:

Gol.II —- ciri utama diakhiri dengan ~eru, ~iru  Cara membentuk MASU –Menghilangkan “ru”+ masu

Misal: kotae-ru —–> kotae-masu

食べる (ta-beru) Makan 食べます Tabe-masu = tabemasu
降りる (o-riru) Turun 降ります Ori-masu = orimasu

Untuk golongan III:

Gol.III —- hanya terdapat dua kata  Cara membentuk MASU (bentuk perkecualian)
来る (kuru) Datang 来ます Kimasu
する (suru) Melakukan sesuatu します Shimasu

Bentuk ~masu adalah bentuk positif dari keadaan sekarang (present). Lalu bagaimana cara membentuk kalimat negatif dan interogatif dalam waktu sekarang ataupun masa lalu? Kuncinya ada di bawah ini:

Waktu sekarang Waktu lalu
(+) ~ます。   (~masu) (+) ~ました。            (~mashita)
(-)  ~ません。(~masen) (-)  ~ませんでした。(~masen deshita)
(?)  ~ますか   (~masu ka) (?)  ~ましたか           (~mashita ka)

Contoh:

書きました。              (kimashita) — (telah) datang.

呼びません。            (yobimasen) —  tidak memanggil.

来ませんでした。    (kimasen deshita) — tidak datang (kemarin atau yang lalu).

泳ぎます。                (oyogimasu) — berenang.

Selamat berlatih membuat kata kerja, di dalam pelajaran selanjutnya kita akan belajar mengenai preposisi dalam bahasa Jepang, dan mulai belajar membuat kalimat sederhana. Salam bahasa dan budaya!





Peribahasa Bahasa Jepang

10 02 2012

Momiji

Beberapa hari dan minggu lalu, saya sempat membaca berbagai macam peribahasa dalam bahasa Jepang. Ada beberapa peribahasa yang hampir sama di dalam bahasa Indonesia walaupun arti harfiahnya sedikit berbeda. Peribahasa bahasa Jepang itu sekilas kalimatnya sangkat singkat dan pendek namun memiliki arti yang sangat panjang. Beberapa peribahasa yang berhasil saya dapatkan adalah (dari berbagai sumber):

実るほど頭の下がる稲穂かな (みのるほどあたまのさがるいなほかな) – Minoru hodo atama no sagaru inahokana                                                          

Peribahasa ini mirip dan serupa dengan peribahasa bahasa Indonesia “seperti ilmu padi, makin berisi makin merunduk” yang memiliki arti seseorang yang  luhur dan mulia karena kedudukan, pangkat, jabatan, dan kaya ilmu namun tetap merunduk dan rendah hati.

転ばぬ先の杖 (ころばぬさきのつえ) – Korobanu saki no tsue

 Peribahasa ini juga ada yang serupa dalam bahasa Indonesia yakni “sedia payung sebelum hujan” yang memiliki arti selalu waspada atau mengantisipasi masalah sebelum sebuah masalah terjadi.

十人十色(じゅうにんといろ) – Juunin to iro 

Arti harfiahnya adalah sepuluh orang sepuluh warna. Maksudnya setiap orang memiliki perbedaan dalam hal pikiran dan kegemaran, jadi kita harus selalu menghargai adanya sebuah perbedaan.

猿も木から落ちる(さるもきからおちる)- Saru mo ki kara ochiru                                                                      

 Jika dalam peribahasa Indonesia ada “setinggi-tingginya tupai melompat akhirnya jatuh juga”, dalam peribahasa bahasa Jepang ada “saru mo ki kara ochiru”. Arti dari kedua peribahasa ini hampir sama, hanya menggunakan perumpamaan hewan yang berbeda. Arti harfiah dari peribahasa bahasa Jepang di atas adalah: monyetpun bisa jatuh dari pohon. Maksudnya sepandai-pandainya seorang manusia pasti pernah melakukan kesalahan.

苦しい時の神頼み(くるしいときのかみだのみ)– Kurushii toki no Kamidanomi                                        

 Berarti bahaya berlalu, Tuhan dilupakan. Ini sering terjadi pada setiap diri semua orang, kita hanya meminta, berdoa, dan mengingatNya di saat kita sedang dilanda kesusahan atau bahaya. Namun di saat bahaya/ kesusahan itu pergi malah lupa akan kekuasaan dan kebesaran Tuhan.

Kelima peribahasa ini memiliki arahan hidup untuk menuju yang lebih baik. Di tulisan selanjutnya, Nuse juga akan membagikan ilmu-ilmu bahasa dan budaya Jepang. Salam bahasa dan budaya!

referensi: berbagai sumber,

(gambar momiji)  http://www.e-glasses.jp/blog/2006/11/2007ver1.html





Berbagai Arti Dari Kata Bahasa Jepang “Sumimasen”

22 01 2012

Selama ini kita mungkin hanya mengetahui arti すみません(sumimasen) adalah “mohon maaf”. Padahal kata ini memiliki banyak sekali arti dalam berbagai situasi seperti ungkapan terima kasih, untuk memanggil seseorang, dan lainnya tergantung dalam konteks kalimat. すみません(Sumimasen) kadang juga diucapkan すいません(suimasen), すまない(sumanai) (memiliki tingkat tutur yang lebih rendah), すまん(suman) dan すまね(sumane) (tingkat tutur yang paling rendah dan diucapkan hanya oleh lelaki). Rangkuman ini diambil dari buku berjudul Basic Japanese Through Comics.

Memohon maaf ini merupakan arti yang paling dasar dari sumimasen. Misalnya memohon maaf karena suatu hal yang kurang patut atau kesalahan yang telah diperbuat.

どうもすみません (doumo sumimasen) = saya sungguh minta maaf.

 

Memohon maaf sekaligus berterima kasih Misalnya dalam situasi seorang wanita ingin mengambil foto sepasang kekasih di sebuah taman. Anak dari wanita ini sangat malu dan meminta maaf atas perlakuan ibunya sekaligus berterima kasih telah berbaik hati menuruti keinginan sang ibu.

すみません、田舎者の母のものですから。。(sumimasen, inaka no haha no mono desu kara..) = saya mohon maaf, ibu saya datang dari desa, jadinya….

seorang wanita muda meminta maaf atas permintaan ibunya untuk mengambil foto sepasang kekasih di sebuah taman.すみません、田舎者の母のものですから。。(sumimasen, inakamono no haha no mono desukara...)

Sebelum memohon sesuatu すみません (sumimasen) merupakan cara yang paling baik sebelum memohon sesuatu pada orang lain.  Misalnya dalam situasi ‘memohon untuk memotong antrian karena hal yang mendesak’.

すみません、先をゆずってください。(sumimasen, saki wo yuzutte kudasai) = permisi, saya mohon untuk pergi terlebih dulu.

 

Setelah memohon sesuatu Jika digunakan setelah memohon atau meninta sesuatu,すみません (sumimasen) dapat berarti ungkapan ‘terima kasih’ (terima kasih sudah merepotkan).

すいませんね、いろいろお願いを聞いていただいて。。(suimasen ne, iro iro onegai wo kiite itadaite) = terima kasih ya, sudah memenuhi permintaan saya..

Dalam bentuk struktur yang lebih formal sumimasen diletakkan di belakang menjadi いろいろお願いを聞いていただいてすいません (iro iro onegai wo kiite itadaite suimasen).

 

Saat disuguhi atau dijamu Saat dijamu dengan makanan atau minuman oleh orang lain, kita juga dapat mengatakan すみません (sumimasen).  Disini sumimasen dapat berarti ‘maaf telah banyak merepotkan si pemberi/penyuguh makanan’.

 

Sebagai jawaban atas tawaran orang lain pada kita. Yang terakhir, すみません (sumimasen) dapat digunakan sebagai jawaban ‘iya’ atas tawaran orang lain yang ditujukan pada kita. Misalnya saat seorang pemuda menawarkan tenaganya untuk membawa/ mengangkat barang bawaan yang terlihat berat.

A: 運びましょうか?(hakobimashouka?) = maukah saya (bantu untuk) membawanya?

B: あっすみませんね。(a, sumimasen ne) = ah, iya terima kasih (maaf ya).

 

Setelah membaca dari buku tersebut, rupanya jelas sekali bahwa di Jepang ada ungkapan ‘terima kasih’ yang lebih dalam dari hanya sekedar ‘thank you’ dalam bahasa Inggris. すみません (sumimasen) memiliki kedalaman perasaan bahwa ‘penutur memiliki sebuah kesalahan yang mengakibatkan menjadi repotnya si lawan bicara’. Saya pernah membaca di sumber lain yang menjelaskan juga fungsi lain dari すみません (sumimasen), yaitu saat kita berada di rumah makan dan ingin memanggil pelayan untuk memesan makanan. Anda bisa menggunakan   あの~すみません! (anoo, sumimasen) = emm..maaf! (memanggil pelayan). Salam bahasa dan budaya!

Sumber: Mangajin, (1998) . Basic Japanese Through Comics.